TERJEMAHAN KITAB | MATAN SULLAM AL-MUNAWRAQ | MAKNA PESANTREN LENGKAP - FASHAL QIYAS ISTISN'I - YANG BERHUBUNGAN DENGAN QIYAS - PEMBAGIAN HUJJAH
فَصْلٌ فِي القِيَاسِ الِاسْتِثْنَائِيِّ
“(Bermula ini) (itu) suatu fashal pada (menyatakan) qiyas istisna’ī”
وَمِنْـهُ مَـا يُدْعَى بِالِاسْتِثْنَائِي ♣ يُعْـرَفُ بِالشَّـرْطِي بِـلاَ امْتِـرَاءِ
“Dan (tsābit) sebagian dari padanya (qiyas) (itu) ma/qiyas yang dinamakan (akannya ma/qiyas) dengan istisna’ī, lagi dikenalkan (akannya ma/qiyas) dengan qiyas syartī, dengan tiada keraguaan([1])”.
وَهْوَ الَّذِي دَلَّ عَـلَى النَّتِيجَةِ ♣ أَوْ ضِـدِّهَـا بِالفِـعْلِ لاَ بِالقُـوَّةِ
“Dan (bermula) dia (qiyas istisna’ī) (itu) alladzī/sesuatu yang menunjuki (ia sesuatu) di atas natijah/kesimpulan atau (di atas) lawannya (natijah) dengan secara langsung/transparan, bukan dengan secara kemungkinan”.
فَـإِنْ يَكُ الشَّرْطِيُّ ذَا اتِّصَالِ ♣ أَنْتَـجَ وَضْـعُ ذَاكَ وَضْـعَ التَّالِي
“Maka jika ada qadhiyyah syarthiyyah(itu) yang mempunyai ittishāl/ Syartiyah muttashilah, (niscaya) ber-natijah (oleh) sebut([2])demikian (muqaddam)([3])(akan) sebut talī”
وَرَفْـعُ تَـالٍ رَفْعَ أَوَّلٍ وَلاَ ♣ يَلْـزَمُ فِي عَكْسِـهِمَا لِمَا انْجَلَى
“Dan (ber-natijah) (oleh) nafi([4]) talī (akan) ternafi yang pertama/muqaddam. Dan tidak melazimi (ia penjelasan) pada kebalikan keduanya (penjelasan) karena ma/alasan yang jelas (ia alasan)”.
وَإِنْ يَكُنْ مُنْفَصِلاً فَوَضْعُ ذَا ♣ يُنْـتِجُ رَفْـعَ ذَاكَ وَالعَكْـسُ كَذَا
“Dan jika ada (ia qadhiyyah syarthiyyah) (itu) munfashilah, (niscaya) maka (bermula) sebut demikian (salah satu muqaddam atau tali)([5])(itu) ber-natijah (ia sebut salah satu muqaddam atau tali) (akan) ternafi demikian (bagian yang lain), dan (bermula) kebalikan (itu tsābit) seperti demikian”.
وَذَاكَ فِي الأَخَصِّ ثُمَّ إِنْ يَكُنْ ♣ مَـانِعَ جَمْـعٍ فَبِوَضْـعِ ذَا زُكِنْ
“Dan (bermula) demikian (sebut salah satu muqaddam atau tali bernatijah ternafi yang lain dan sebaliknya) (itu tsābit) pada qadhiyyah munfashilah yang lebih khusus/māni’ humā, kemudian jika ada (ia qadhiyyahsyarthiyyah munfashilah) (itu) yang māni’ jama’ (niscaya) maka dengan sebut demikian (salah satu muqaddam atau tali) dimaklumkan ...([6])”-
رَفْعٌ لِذَاكَ دُونَ عَكْسٍ وَإِذَا ♣ مَـانِعَ رَفْـعٍ كَانَ فَهْوَ عَكْسُ ذَا
“akan ternafi bagi demikian (salah satu yang lain), ketiadaan berlaku kebalikan. Dan bila ada (ia qadhiyyahsyarthiyyah munfashilah) (itu) yang māni’ rafa’/ māni’ khulu, (niscaya) maka (bermula) dia (māni’ rafa’/ māni’ khulu) (itu) sebalik demikian (māni’ jama’)”.
Terjemahan Kitab Matan Al-Jurumiyah Makna Dayah
Terjemahan Kitab Matan Al-Jurumiyah Makna Dayah
فَصْلٌ فِي لَوَاحِقِ القِيَاسِ
“(Bermula ini) (itu) fashal pada (menyatakan) segala yang berhubungan (bagi) qiyas”
وَمِنْـهُ مَـا يَدْعُونَهُ مُرَكَّبَا ♣ لِكَـوْنِهِ مِـنْ حُجَـجٍ قَـدْ رُكِّبَا
“Dan (tsābit) sebagian dari padanya (qiyas) (itu) ma/qiyas yang dinamakan (akannya qiyas) (akan) murakkab, karena keadaannya (qiyas) (itu) sungguh disusunkan([7])(akannya qiyas) dari beberapa hujjah/qiyas”.
فَرَكِّبَـنْهُ إِنْ تُرِدْ أَنْ تَعْلَمَهْ ♣ وَاقْـلِبْ نَتِيـجَةً بِـهِ مُقَـدِّمَـهْ
“Maka sungguh susunlah (oleh mu) (akannya qiyas) jika engkau menghendaki (akan) bahwa engkau ketahui (akannya qiyas murakkab) dan palingkanlah (oleh mu) (akan) natijah padanya([8])(qiyas pertama) (akan) muqaddimah (sughrā)”.
يَلْـزَمُ مِنْ تَرْكِيبِهَا بِأُخْرَى ♣ نَتِيْـجَةٌ إِلَـى هَلُـمَّ جَــرَّا
“Melazimi dari menyusunnya (demikian muqaddimah) dengan (muqaddimah) yang lain (oleh) natijah baru hingga seterusnya([9])(penyusunan qiyas-qiyas) hal keadaan([10])selalu”.
مُتَّصِلَ النَّتَائِجِ الَّذِي حَوَى ♣ يَكُـونُ أَوْ مَفْصُـولَهَا كُلٌّ سَوَا
“(Bermula) alladzī/qiyas([11])murakkab yang meliputi ia (alladzī/qiyas akan natijah-natijah) (itu) ada (ia alladzī/qiyas) (itu) yang bersambung-sambung natijah atau (itu) yang dipisahkannya (natijah-natijah), (Bermula) tiap-tiap (itu) sama”.
وَإِنْ بِجُزْئِيٍّ عَلَى كُلِّي اسْتُدِلْ ♣ فَـذَا بِالِاسْتِقْـرَاءِ عِنْـدَهُمْ عُقِلْ
“Dan jika dituntutkan dalil dengan juz’ī/sebagian perkara di atas keseluruhan, (niscaya) maka (bermula) demikian (tuntut dalil) (itu) dinamakan (akannya demikian tuntut dalil) di sisi merekam(ulama mantik) dengan Istiqrā’ ”.
وَعَكْسُهُ يُدْعَى القِيَاسَ المَنْطِقِي ♣ وَهْـوَ الَّـذِي قَدَّمْـتُهُ فَحَقِّـقِ
“Dan (bermula) kebalikannya (Istiqrā’) (itu) dinamakan (akannya kebalikan Istiqrā’) (akan) qiyas al-manthiqī, dan (bermula) dia (qiyas manthiqī) (itu) alladzī/qiyas yang telah aku dahulukan (akannya qiyas), maka pastikanlah (oleh mu)”.
وَحَيْثُ جُزْئِيٌّ عَلَى جُزْئِيْ حُمِلْ ♣ لِجَـامِعٍ فَـذَاكَ تَمْثِـيلٌ جُـعِلْ
“Dan sekira-kira di tanggungkan (akan) (hukum) juz’ī/sebagian perkara di atas sebagian perkara lain karena ada jami’/kesamaan([12]), (niscaya) maka (bermula) demikian (penanggungan hukum tersebut) (itu) qiyas tamtsīl yang dijadikan (akannya qiyas tamtsīl)”.
وَلاَ يُفِيـدُ القَطْـعَ بِالدَّلِـيلِ ♣ قِيَـاسُ الِاسْتِقْـرَاءِ وَالتَّمْـثِيلِ
“Dan tidak berfaedah (akan) yakin([13])dengan (natijah/hasil kesimpulan) dalil (oleh) qiyas Istiqrā’ dan qiyas tamtsīl”.
Baca juga: Terjemahan Kitab Matan Rohbiyyah Lengkap Dengan Referensi Syarahannya
Baca juga: Terjemahan Kitab Matan Rohbiyyah Lengkap Dengan Referensi Syarahannya
فَصْلٌ فِي أَقْسَامِ الحُجَّةِ
“(Bermula ini) (itu) suatu fashal pada (menyatakan) segala pembagian hujjah/qiyas
وَحُجَّـةٌ نَقْلِـيَّةٌ عَقْلِــيَّهْ ♣ أَقْسَـامُ هَـذِي خَمْـسَةٌ جَلِـيَّهْ
“Dan (bermula) hujjah/dalil (itu) (yang dibangsakan kepada) kutipan dan (itu) (yang dibangsakan kepada) akal/rasio, (Bermula) segala pembagian ini (hujjah ‘aqliyyah) (itu) lima yang jelas (ia lima pembagian)”.
خَطَـابَةٌ شِعْـرٌ وَبُرْهَانٌ جَدَلْ ♣ وَخَـامِسٌ سَفْسَـطَةٌ نِلْتَ الأَمَلْ
“(Bermula salah satunya lima pembagian) (itu) khatabah dan (itu) syi’irdan burhān dan jadal dan (bermula) yang kelima (itu) safsathah, (semoga)([14])engkau capai (akan) cita-cita”.
أَجَلُّهَـا البُرْهَـانُ مَا أُلِّفَ مِنْ ♣ مُقَـدِّمَـاتٍ بِـاليَقِـينِ تَقْـتَرِنْ
“(Bermula) yang tertingginya (hujjah) (itu) Burhān, (bermula dia burhān) (itu) ma/hujjah yang disusunkan (akannya ma/hujjah) dari pada muqaddimah-muqaddimah yang beriringan (ia muqaddimah) dengan yakin”-
مِـنْ أَوَّلِيَّـاتٍ مُشَاهَـدَاتِ ♣ مُجَــرَّبَـاتٍ مُتَــوَاتِـرَاتِ
“dari pada muqaddimah awwaliyat dan musyahadat dan mujarrabat dan mutawatirat”-
وَحَـدَسِيَّـاتٍ وَمَحْسُوسَاتِ ♣ فَتِلْـكَ جُمْــلَةُ اليَقِيـنِيَّاتِ
“dan (dari pada) muqaddimah hadasiyat dan mahsusat, dan (bermula) demikian (tiap-tiap) (itu) keseluruhan muqaddimah yaqiniyat”
وَفِـي دَلاَلَـةِ المُقَـدِّمَـاتِ ♣ عَـلَى النَّتِـيجَـةِ خِـلاَفٌ آتِ
“Dan (tsābit) pada (keterkaitan) menunjuki muqaddimah-muqaddimah di atas natijah (itu) perbedaan yang datang (ia perbedaan)”.
عَقْـلِيٌّ اوْ عَـادِيٌّ اوْ تَوَلُّـدُ ♣ أَوْ وَاجِـبٌ وَالأَوَّلُ المُـؤَيَّـدُ
“(bermula keterkaitan tersebut) (itu) ‘aqliy/yang dibangsakan kepada akal, dan (itu) ‘adiy/yang dibangsakan kepada adat, dan (itu) tawallud/asal usul dan (itu) wajib/alasan([15]). Dan (bermula) yang pertama (itu) yang dikuatkan (akannya yang pertama)”
Kunjungi juga:
Terjemahan Kitab Khamsatun Mutun Matan Jauharah Tauhid Makna Dayah
([7]) Alif pada “rukkibā” adalah alif ithlāq, bermakna “ullifa”=disusunkan, (Syarh Qawaisīnī Mantiq, hal.42)
([9]) “Halumma” asalnya adalah isim fi’il bermakna “yastamirru” yang merafa’ fā’il yaitu dhamīr mustatir di dalamnya, kemudian di pergunakan seperti lafadz mashdar shingga sah masuk pada huruf jar, maka maknanya: “ilā istimrāri al-tarkībi istimrāran”, atau ada lafadz yang dibuangkan taqdirnya “nihāyah”, maka maknanya: “ilā nihāyah yastamirru al-tarkību istimrāran”, (Hāsyiyyah Shabbān ‘alā Syarh Al-Sullam li Al-Malawī, hal.144)
KITAB AL-FURUQU AL-LUGHAWIYYAH ( كتاب الفروق الغويّة ) PDF, PERBEDAAN KOSA KATA BAHASA ARAB, PRAKTIS DAN MUDAH DI AKSES DI HP
(DOWNLOAD)



Posting Komentar
image quote pre code